Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

Teks Pidato Bertema Peran Remaja Terhadap Pelestarian Lingkungan


Syalom, selamat pagi.
Yang terhormat, Ibu/Bapak guru selaku tim juri dan teman-teman peserta didik yang saya banggakan.
Pertama-tama, patutlah kita memanjatkan puji dan syukur kepada Maha Besar Tuhan karena Ia boleh memperkenankan kita untuk berkumpul di tempat ini dengan keadaan tubuh yang sehat.
Ada pepatah kuno mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Untuk itu izinkan saya untuk memperkenalkan diri. Nama saya Gita Leoni Sabanari, dari kelas XII IPA 1. Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan pidato saya yang berjudul:

“Tingkatkan Kepedulian Remaja Terhadap Lingkungan”

Hadirin yang saya hormati, di zaman ini kaum muda nampaknya tidak peduli lagi dengan kelestarian lingkungan sekitar. Sikap acuh tak acuh ini menunjukkan bahwa kebersihan bukan lagi hal yang utama dalam kehidupan sehari-hari baik secara individual maupun hidup bermasyarakat. Ada beberapa hal yang menyebabkan banyak orang tidak lagi menganggap kebersihan adalah hal yang utama. Di antaranya, yaitu kepekaan dan kesadaran yang perlahan memudar. Banyak orang yang menganggap membuang sampah sembarangan, tidak akan membawa dampak yang buruk terhadap diri mereka masing-masing. Padahal, sampah sekecil apapun yang mereka buang dengan sembarangan, akan membawa bencana jika telah menumpuk dalam jumlah yang besar. Misalnya, 8 dari 10 orang masyarakat di sebuah kota membuang sampah ke saluran pembuangan setiap hari. Maka dalam jangka waktu beberapa bulan, bahkan beberapa minggu sampah itu akan menumpuk. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi maka, akan mengakibatkan banjir dan merugikan banyak orang.

Saudara-saudara, ini adalah hal kecil yang sering dilupakan banyak orang termasuk orang-orang muda. Kita tahu bersama, bahwa orang-orang muda adalah aset bagi masa depan yang lebih baik untuk suatu lingkungan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Apa jadinya negara ini, jika para pemuda sudah tidak peduli lagi dengan kelestarian dan kebersihan lingkungan sekitar. Seharusnya, orang-orang muda inilah yang menjadi pelopor terciptanya lingkungan yang kondusif di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, marilah kita sebagai pemuda-pemudi Indonesia, kita tingkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar kita. Karena kepedulian kita itu akan membuat kita terhidar dari berbagai bencana yang mengancam. Jika pemuda peduli, maka negeri ini akan permai.
Demikianlah pidato saya, semoga dapat bermanfaat. Mohon maaf apabila ada ucapan yang kurang berkenan. Atas perhatian dari saudara-saudara, saya ucapkan terima kasih, Tuhan Yesus memberkati.

Tugas Akhir Sekolah (Puisi Tiga Halaman)

SERUAN HATI

Terduduk, aku diam, di sebuah bangku kayu
Pandanganku melayang ke jendela kaca
Memandang butiran jernih air hujan yang jatuh
Membasahi bumiku yang beku

Aku menengadah, bertatapan dengan sang langit mendung
Menyelidik, aku penasaran
Ada apa di atas sana?
Milik siapakah segala kemegahan ini?
Apakah kerajaan kekal itu benar adanya?
Dan benarkah surga itu ada?

Jutaan tanda tanya menyelinap di kerapuhan batin
Membuat keraguan itu perlahan terbit
Dan menggerogoti kepercayaanku
Apakah benar
Semua yang ditangkap pandanganku
Adalah milikNya?
Sebenarnya, siapakah Dia?
Rajakah?
Benarkah aku ini bejana yang Ia bentuk?
Dan benarkah Dia itu ada?
Khayalku terbang menembus awan mendung nan kelabu
Ditarik mundur, kembali ke kehidupan lamaku
Berdebu dosa dan diselimuti gelap
Kekerasan hati yang kuat bak batu karang
Kokoh menantang ganas sang ombak
Aku tak peduli!
Bahagiakah atau bersedihkah mereka?
Aku tak mau peduli
Ketika sobatku membutuhkan hangat kasihku
Aku biarkan mereka
Aku terlalu takut untuk membentangkan harapan
Terpasung di tengah zona amanku
Kucoba tuk terbang dengan sayapku
Namun aku hanya terjatuh dirangkul kelemahan

Keegoisan mengguncang kesadaranku
Menggerogoti kepingan batin dan nuraniku
Kini Tuhan, kutunduk di hadiratMu yang agung
Lirih, ku kirimkan seruanku kepadaMu
TUHAN, TUHAN!
Terlampau jauh aku telah berlari
Ampunilah aku, Tuhan
Kotor!
Aku malu ‘tuk memandang sinar wajahMu
Karena ego yang hanya hadirkan penyesalan

Berlalunya hari-hari kehidupanku
Ku jalani dengan terseok-seok
Begitu erat dosa merantai kakiku
 Hingga tak mampu lagi menapaki hidup


Terlalu berat aku tertindih
Mencekat napasku tuk bebas
Hatiku kembali memanggil namaMu
Tuhan!
Tahirkan aku dari kotor dosa-dosaku
Bawalah aku kembali bernaung
Di keteduhan kerajaanMu

Batinku tiada henti meronta ingin dibebaskan
Hingga aku mendengar
Suara nan lembut nyanyian yang kudus
Datang sembari berkata kepadaku:
Kaulah anakKu dan selamanya kau tetap demikian
Hutang-hutangmu telah lunas terbayar
Oleh darahKu yang tercurah di kayu salib
Kembalilah anakKu,
Dan jangan lagi berpaling dariku

Air mata mengalir perlahan dikala aku tertunduk
Membasahi tanah hati yang gersang dilanda kemarau penyesalan
Terima kasih Ya Yesus, Juruselamatku
Telah membersihkanku dari debu dosa-dosaku
Menganugerahkan kesempatan yang baru
Tuk menjadikanku pelangiMu
Yang tiada letih memancarkan cahaya
Hingga kelakkan dapat menerangi
Kegelapan di bumiku yang dirangkul sesaknya penyesalan